Kayuagung, Humas—Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia OKI menyelenggarakan kegiatan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) untuk seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan peserta didik, Jumat (19/11). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Utama dengan menghadirkan motivator Drs. H. Muhammad Tontowi, M.Pd.I..
Kegiatan yang diberi tema “Menjadi Milenial yang Meneladani Akhlak Kaimah Nabi Muhammad SAW” ini bertujuan untuk memberikan re-charging bagi semua warga MAN Insan Cendekia OKI dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan tauladan Rasulullah SAW.
Kepala MAN Insan Cendekia OKI, H. Kiagus Faisal, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini sebagai upaya memupuk diri Civitas Akademika MAN IC OKI tentang akhlak dan tujuan hidup sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Kita gelar kegiatan ini, agar kita semua kembali semangat dan temotivasi untuk belajar, mengajar, bekerja, dan menggapai cita-cita di Madrasah kita tercinta ini.” Seru Faisal dalam sambutan.
Faisal juga menuturkan bahwa hadirnya Drs. H. Muhammad Tontowi, M.Pd.I. sebagai motivator adalah hal yang dinanti-nanti. Hal ini karena motivator di Indonesia dari Kemenag hanya ada 25, dan salah satunya adalah beliau. Maka, kita perlu dengan saksama mengikuti kegiatan ini dengan hikmat dan mengambil semua kebaikan di dalamnya.
Dalam materinya, Drs. H. Muhammad Tontowi, M.Pd.I. memberikan motivasi belajar dan bekerja. Beliau mengawalinya dengan membentuk pemikiran bersyukur; bersyukur peserta didik bisa lulus dan bersekolah di madrasah unggulan; bersyukur bagi PTK bisa menjadi bagian dari Kementerian Agama dan bekerja di MAN Insan Cendekia OKI.
“ESQ akan mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa tanpa kuasa Allah SWT. Sebagai umat Islam, yang perlu diteladani dalam hidup ini adalah Nabi Muhammad SAW. Maka, untuk menjadi sukses, berfikirlah kita sebagai hamba Allah yang membutuhkan pertolongan-Nya dan hiduplah dengan akhlak karimah seperti Rasulullah SAW.”, jelas beliau dalam motivasinya.
Dalam materinya, Tontowi banyak memberikan permainan religious-education untuk bagaimana menerapkan konsep-konsep hidup Rasul SAW dalam kehidupan sebagai siswa dan sebagai PTK.
Beliau juga berhasil menguras emosional peserta dengan motivasinya yang dibalut sajak dan instumen ala ESQ. (Af)